5 Bintang Era 2000-an yang Tak Pernah Rasakan Gelar Juara NBA

Rabu, 20 Mei 2020 20:37 WIB
Penulis: Mohammad Khalid Syihabuddin | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© NBA
Meski memiliki kemampuan di atas rata-rata, sejumlah bintang basket ini secara mengejutkan tidak pernah merasakan gelar juara NBA. Copyright: © NBA
Meski memiliki kemampuan di atas rata-rata, sejumlah bintang basket ini secara mengejutkan tidak pernah merasakan gelar juara NBA.

INDOSPORT.COM - Meski memiliki kemampuan di atas rata-rata, sejumlah bintang basket era 2000-an ini secara mengejutkan tidak pernah merasakan gelar juara NBA.

Pada tahun 2000-an beberapa tim basket legendaris yang berhasil mencapai impian mereka untuk memenangkan NBA Championship. Para superstar mendominasi seperti kebanyakan era lainnya. 

Kobe Bryant memimpin Los Angeles Lakers dengan total meraih empat cincin juara. San Antonio Spurs memenangkan tiga gelar bersama dengan Tim Duncan, Tony Parker, dan Manu Gibobili.

Dwyane Wade menjadi superstar ketika memimpin Miami Heat ke gelar juara NBA pertama mereka. Pemain NBA dapat didefinisikan oleh banyak hal tetapi memenangkan semuanya adalah pencapaian tertinggi.

berikut adalah pemain top tahun 2000-an yang tidak pernah memenangkan NBA Championship:

1. Yao Ming

Yao Ming masuk dalam pilihan teratas dalam NBA Draft pada tahun 2002. Sejak pertama kali masuk NBA pada hingga pensiun, dia bermain di klub Houston Rockets. Ming pindah ke NBA setelah menjadi superstar top untuk Asosiasi Bola Basket Cina.

Karier NBA Yao Ming membuat dia menjadi pemain tengah terbaik kedua di liga pada puncaknya. Ming membuat tujuh penampilan All-Star dan menerima lima All-NBA Selections dalam dekade itu.

2. Carmelo Anthony

NBA Draft 2003 menunjukan bahwa LeBron James , Dwyane Wade, dan Chris Bosh dapat memenangkan juara mereka. Namun, Carmelo Anthony adalah nama terbesar yang tidak pernah bisa memenangkan hadiah utama di liga. Dua penampilan All-Star dan dua All-NBA Selections cukup diremehkan saat itu.

Anthony membuat playoff dan rata-rata 20+ poin setiap musim dengan Denver Nuggets dalam dekade ini. Peluang terbaik Denver untuk bertanding ada pada 2009, tetapi mereka kalah dari Los Angeles Lakers. 

Melo memutuskan pindah ke New York Knicks karna melihat bahwa ia secara realistis tidak akan bisa bersaing untuk mendapatkan gelar lagi.

3.Tracy McGrady

Tracy McGrady menjadi salah satu pemain bintang NBA di puncaknya bersama Orlando Magic dan Houston Rockets selama tahun 2000-an. Kobe Bryant, Shaquille O'Neal, dan McGrady adalah tiga pemain paling dominan, tetapi ia tidak memiliki pemain pendukung yang seimbang.

T-Mac membuat tujuh penampilan All-Star yang mengesankan dan memiliki tujuh All-NBA Selections. Kutukan terbesar pada McGrady adalah bahwa ia tidak pernah memenangkan seri playoff babak pertama sebagai superstar. 

Peluang terbesar memenangkan sebuah cincin juara ada ketika ia duduk di bangku cadangan saat San Antonio Spurs kalah dari Miami Heat di Final NBA di tahun 2013.

4. Steve Nash

Tahun 2000-an memperlihatkan Steve Nash muncul sebagai point guard NBA terbaik sepanjang masa. Nash memenangkan dua MVP Award dengan Phoenix Suns di musim 2004-2005 dan 2005-2006.

Enam penampilan All-Star dan enam All-NBA Selections dalam dekade itu menunjukkan betapa hebatnya dia sebenarnya. Namun, kerja keras Nash tidak dapat dibayarkan dengan memenangkan cincin juara karena Suns selalu gagal mencapai final hingga tahun 2012.

5. Allen Iverson

Penggemar NBA tidak bisa melepaskan musim tahun 2000-an tanpa menyebut kehebatan Allen Iverson. Iverson secara ofensif mendominasi sebagai salah satu pemain terkecil di liga dan membuat penggemar jatuh hati padanya.

Iverson telah menjalani permainan bersama tim All-Star selama sepuluh musim di tahun 2000-an dan menerima enam All-NBA Selections. Puncak karirnya menggiring dia mendapatkan gelar MVP di tahun 2001. 

Musim itu juga merupakan peluang terbaik yang dimiliki Iverson untuk memenangkan gelar bagi Philadelphia 76ers karna berhasil membawa lolos ke final. 

Harapan terhenti ketika skuad Lakers Kobe Bryant dan Shaquille O'Neal harus mengalahkan mereka di final. Namun, perjalanan yang telah dilewati tidak pernah membawa Iverson untuk memenangkan cincin juara.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%