Sederet Cerita Yang Tersisa dari 16 Besar Liga Champions

Jumat, 27 Februari 2015 05:36 WIB
Editor: Ramadhan
 Copyright:

Fase 16 besar Liga Champions mungkin bisa disebut sebagai halaman pembuka bagi sengitnya persaingan tim-tim terbaik Eropa untuk memperebutkan trofi ‘Si Kuping Besar’. Pasalnya, pada fase inilah genderang perang benar-benar ditabu oleh 16 tim peserta.

Mengapa pembuka? Karena di fase inilah, tim-tim yang terlibat harus berjuang ekstra keras melebihi perjuangan mereka saat berada di babak grup. Inilah fase knock-out, di mana setiap tim memiliki peluang langsung untuk tersingkir atau melangkah ke babak selanjutnya. Tidak ada lagi sistem poin di fase ini.

Siklus ketatnya fase 16 besar inilah yang kerap menimbulkan kejutan dan cerita, baik dari pemain maupun tim-tim peserta.

Pada laga leg pertama musim ini, setidaknya sebagian besar publik sepakbola ingin menantikan partai big match antara Paris Saint-Germain vs Chelsea, Man. City vs Barcelona (kedua laga merupakan partai ulangan musim lalu), Juventus vs Dortmund ketimbang laga lainnya.

Namun, siapa sangka justru ketiga laga big match itu tidak menyuguhkan kejutan, kecuali peristiwa gagalnya eksekusi penalti Lionel Messi ke gawang yang dikawal Joe Hart. Selebihnya biasa saja bukan?

Justru ada pemandangan menarik pada laga Arsenal vs Monaco. Ya, Arsene Wenger harus menanggung malu di hadapan pendukung sendiri dan di depan mantan klub yang pernah ia latih selama bertahun-tahun, Monaco, lantaran timnya dihancurkan dengan margin skor 1-3 oleh pasukan Leonardo Jardim.

Cerita apa lagi yang tersisa dari ketatnya laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions? Berikut INDOSPORT merangkumnya.

1