Sederet Cerita Yang Tersisa dari 16 Besar Liga Champions
Laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Manchester City vs Barcelona yang berlangsung di Etihad Stadium memunculkan 2 nama yang masing-masing mengukir cerita berbeda. Lionel Messi dan Luis Suarez yang menjadi aktor krusial atas kemenangan 1-2 Blaugrana atas City.
El Pistolero sukses membuat malu Joe Hart sebanyak 2 kali lewat lesakan golnya. Bahagia Suarez semakin lengkap malam itu, pertama tentu karena ia melewati laga yang emosional, kembali ke tanah Inggris setelah pergi dari Liverpool musim panas lalu.
Kedua, sepasang golnya (brace) ke gawang Hart mengulang cerita indah pemain berusia 28 tahun itu saat berlaga di Piala Dunia 2014 Brasil. Saat itu, Uruguay sukses menekuk Inggris 2-1 di fase grup. Suarez lah yang menjadi petaka Inggris lewat 2 golnya ke gawang Hart.
Bahagia Suarez mungkin tak akan menular ke rekannya, Messi. Pasalnya, La Pulga menjadi sorotan karena gagal mengeksekusi penalti akibat digagalkan Hart. Bukan tidak mungkin, gagalnya Messi memperbesar kedudukan lewat penalti akan kembali membuka peluang The Citizens melaju ke perempat final.
Sepanjang pertandingan, Messi memang menunjukkan kelasnya sebagai pemain nomor wahid. 2 gol yang dicetak Suarez adalah buah dari kreasi pemain berusia 25 tahun itu. Messi harus bersusah payah melewati 3-4 orang kawalan bek City dan dengan cerdas ia melepaskan umpan terukur.
Dari statistik whoscored yang juga menetapkan Messi sebagai man of the match pada laga itu, Messi tercatat sukses melakukan 10 kali dribbles, 2 key passes, 90.6 % pass completion dan memenangkan 3 tekel.
Menariknya, jumlah tekel yang dilancarkan Messi lebih banyak dari tekel yang dimenangkan bek City, Vincent Kompany yang hanya sukses melancarkan 1 tekel. Terlihat bahwa kelas Messi memang dari planet lain.
Namun, pasti akan ada sedikit orang yang menghargai penampilan ajaib Messi sepanjang 90 menit di atas rumput Etihad Stadium, karena penampilan baiknya itu dengan cepat sudah tertutupi oleh kegagalannya mengeksekusi penalti.
Sepanjang keikutsertaannya di Liga Champions, Messi sudah gagal menyarangkan bola melalui titik putih sebanyak 3 kali, sama seperti kegagalan Cristiano Ronaldo. CR7 juga sudah mencatatkan 3 kegagalan eksekusi penalti di ajang Liga Champions.
Lalu, apakah publik sepakbola tega menyebut Messi seorang diktator?