Sederet Cerita Yang Tersisa dari 16 Besar Liga Champions
Siapa yang mengira akhirnya AS Monaco bisa menghancurkan Arsenal dengan cara yang sangat kejam. Melumat The Gunners dengan skor telak 1-3 di hadapan publik sendiri di Emirates Stadium dan yang paling menyakitkan tentu sosok Arsene Wenger, yang oleh banyak pihak menyebut laga ini adalah laga reuni The Professor.
Lalu, siapa yang mengunggulkan Monaco pada laga leg pertama babak 16 besar menghadapi Arsenal yang sedang bagus-bagusnya? Sepertinya tidak banyak.
Namun, apa yang ditunjukkan Monaco di Emirates Stadium adalah pukulan telak bagi Arsenal yang rentan gagal tiap kali menginjak fase 16 besar Liga Champions.
Yang perlu diketahui bahwa Monaco bukanlah tim yang diunggulkan baik di babak grup hingga fase 16 besar sekarang. Tetapi, kiprah mereka selama di babak grup benar-benar mengesankan. Pasukan Jardim sukses menghuni puncak klasemen grup C dengan raihan 11 poin.
Lebih mengejutkan lagi, Monaco memuncaki klasemen grup C tersebut dengan hanya menggondol 4 gol saja dalam 6 pertandingan dan kebobolan hanya 1 gol. Dengan rincian 3 kali menang, 2 imbang dan 1 kali kalah. Betapa hebatnya Jardim memoles tim ini menjadi skuad yang tangguh dari sisi defensif dan efektif.
Jika melihat jauh ke belakang, tepatnya musim 2003/04, Monaco pernah berjaya karena saat itu mereka sukses melaju hingga ke partai final Liga Champions, sebelum akhirnya dikandaskan FC Porto (saat itu dilatih Jose Mourinho) 3-0.
Sementara itu, penampilan yang tak kalah hebatnya ditunjukkan Bayer Leverkusen saat berhasil menundukkan sang finalis Liga Champions musim lalu, Atletico Madrid dengan skor 1-0 di kandang sendiri.
Serupa dengan Monaco, tim asuhan Roger Schmidt tak bagus-bagus amat saat berlaga di fase grup. Leverkusen hanya mampu finish di posisi 2 grup C di bawah Monaco dengan catatan 10 poin dengan rincian 3 kali menang, 1 imbang dan 2 kali kalah.
Namun, semua itu berbeda dengan apa yang ditunjukkan Leverkusen saat bermain di leg pertama 16 besar menghadapi Atletico. Leverkusen sukses membuat pasukan Diego Simenone tak berdaya bahkan gelandang bertahan Los Rojiblancos, Tiago harus diusir keluar lapangan akibat mendapat kartu merah.
Menghadapi laga leg kedua di Vicente Calderon, Atletico pun tidak akan diperkuat Diego Godin yang mendapat akumulasi kartu kuning dan Tiago. Lalu, apakah Leverkusen akan kembali membungkam Atletico dan menyingkirkan mereka dari persaingan merebut trofi Liga Champions musim ini? Menarik menunggu kejutan Leverkusen.