Sederet Cerita Yang Tersisa dari 16 Besar Liga Champions

Jumat, 27 Februari 2015 05:36 WIB
Editor: Ramadhan
 Copyright:
Muenchen dan Ketidakpedulian Mereka Terhadap Lewandowski

Publik sepakbola tentu masih ingat bagaimana keperkasaan seorang Robert Lewandowski berhasil menghancurkan Real Madrid dengan gelontoran 4 golnya. Saat itu, Dortmund berhasil mengalahkan Real Madrid 4-1 pada laga leg pertama semifinal Liga Champions musim 2012/13 di Signal Iduna Park.

Keberingasan Lewy (sapaan Lewandowski) saat masih berseragam Dortmund dulu rasa-rasanya tak pernah ia tunjukkan lagi saat hijrah ke klub rival, Bayern Muenchen. Lewy tampak melempem dan sinarnya perlahan meredup dari perbincangan panas publik sepakbola. Ia tidak lagi segarang dulu.

Ada sentuhan yang hilang dari pemain asal Polandia itu. Ya, sejak dipoles Pep Guardiola, entah kenapa, penampilan Lewy tak kunjung berada di level terbaiknya. Lewy perlahan pasti menyesali kepaindahannya ke Muenchen.

Pemain berusia 26 tahun itu memang mencetak 2 gol akhir pekan lalu saat melawan Paderborn tapi Muenchen terlihat tidak akan mengalami masalah besar sekalipun tanpa diperkuat Lewy karena pasukan Guardiola punya pemain-pemain tajam macam Arjen Robben, Frank Ribery, Mario Gotze dan Thomas Muller.

Kompetisi Liga Champions adalah cara yang lebih akurat untuk mengukur layakkah seorang Lewy berada dalam skuad Muenchen.

Musim ini, ia sukses mencetak 2 gol di kompetisi ini. Salah satunya menyarangkan gol saat kemenangan 7-1 Muenchen atas AS Roma serta berhasil menyumbang 1 gol saat melawan Manchester City di fase grup.

Yang menjadi pertanyaan, pantaskah Lewy tidak diturunkan dari babak pertama saat Muenchen berjumpa Shakhtar Donetsk di laga leg pertama? Sepertinya ia tidak sedang cedera. Lewy pun baru masuk lapangan di menit ke-75 menggantikan Gotze. Cukup berbuat apa ia di atas lapangan dengan waktu hanya menyisakan 15 menit?

Kesimpulan yang bisa ditarik adalah Lewy bukanlah pilihan utama Guardiola, padahal Muenchen sedang melakoni laga 16 besar Liga Champions, di mana Lewy pernah sangat hebat saat bermain di kompetisi elit Eropa itu.

Kondisi ini tentu kontras saat ia masih dilatih Jurgen Klopp di Dortmund. Klopp benar-benar menghargai jasanya dan selalu menjadi striker andalan Die Borussen yang menakutkan lawan-lawannya.

1