Andi Ramang; Seonggok Patung dan Masa Tua yang Tragis (Jilid II)
Ramang tampaknya tak bisa jauh dari dunia sepakbola. Usai kareirnya sebagai pesepakbola habis, dia mencoba peruntungan dengan menjadi seorang pelatih.
Kembali ia tetap mengabdi kepada daerah asalnya. Ia tercata sempat menjadi pelatih di PSM dan Persipal Palu.
Karier kepelatihan Ramang sendiri dapat dikatakan sukses. Bagaimana tidak, ia berhasil membawa Persipal menjadi tim yang paling disegani di Indonesia. Bahkan atgas keberhasilannya ini, ia diberikan hadiah berupa stu hektare kebun cengkeh.
Namun kembali, di masa kejayaannya sebagai seorang pelatih, Ramang harus menerima pil pahit. Ia harus disingkirkan dari kursi kepelatihan karena tidak memiliki sertifikat kepelatihan.
Ramang memang sulit meraih sertifikat tersebut. Terlebih ia bukanlah seorang yang berpendidikan tinggi, ia hanya seorang lulusan sekolah rakyat.