Legenda Olahraga

Andi Ramang; Seonggok Patung dan Masa Tua yang Tragis (Jilid II)

Kamis, 2 Juni 2016 19:00 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Galih Prasetyo
 Copyright:
Meninggal di Garis Kemiskinan

Menjadi seorang pesepakbola tersohor hingga pelosok dunia ternyata tidak membuat Ramang bergelimang harta. Ramang hanya tinggal di rumah yang sangat sederhana.

Dimana dalam rumah tersebut, ia tinggal bersama anak, menantu serta cucunya. Total 19 kepala harus tinggal berhimpitan di bawah atap sederhana tersebut.

Meski tinggal di bawah garis kemiskinan, semangat Ramang akan sepakbola tak pernah pudar. Ia tetap menjadi seorang pelatih anak-anak di PSM.

Namun permasalahan Ekonomi juga membawa ia tidak bisa mengobati penyakit Paru-paru yang ia derita. Tepat pada tanggal 26 September 1987 Ramang harus menghembuskan nafas terkahir di usianya kie 59.

447