Legenda Olahraga

Andi Ramang; Seonggok Patung dan Masa Tua yang Tragis (Jilid II)

Kamis, 2 Juni 2016 19:00 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Galih Prasetyo
 Copyright:
Seonggok Patung untuk Mengenang Jasanya

Nasib Ramang dapat dibilang sangat ironis. Dalam keterpurukannya ia tidak menerima perhatian lebih akan prestasi yang ia sempat torehan. 

Semasa hidupnya, dalam kekecewaan Ramang pernah menyebut bahwa pemain sepak bola sepertinya tidak lebih berharga dari kuda pacuan. 

"Kuda pacuan dipelihara sebelum dan sesudah bertanding, menang atau kalah. Tapi pemain bola hanya dipelihara kalau ada panggilan. Sesudah itu tak ada apa-apa lagi," katanya dengan kecewa. 

Kini untuk mengenang jasa Ramang, hanya seonggok patung yang diibuat seadanya berdiri di pintu Utara Lapangan Karebosi. Patung ini seakan mengambarkan semangat Ramang dalam sepakbola Indonesia. 

447