Cerita Bachdim, Boaz, dan Hansamu Dalam Memaknai Arti Pesepakbola Profesional

Selasa, 22 November 2016 11:40 WIB
Editor: Arief Rahman Hakim
 Copyright:
Meski Kecewa, Irfan Bachdim Tetap Tegar

Kejadian Selasa (15/11/16) pagi lalu, seolah hal yang tak bisa dipercaya. Irfan yang tampil memukau di empat laga uji coba dengan tiga golnya, terpaksa absen di Piala AFF 2016. Setelah terlibat benturan dengan Hansamu, striker Consadole Sapporo itu pun ditarik keluar dan menepi di bench penonton.

Kaki suami dari Jennifer Kurniawan tersebut sempat mendapat perawatan, dibalut dengan es. Saat itu, kondisi kaki Bachdim tampak tidak terlalu parah, karena dia masih bisa mengenakan sepatu. Namun, hasil diagnosis rumah sakit setelahnya adalah mimpi buruk bagi sang pemain sekaligus sang pelatih, Alfred Riedl.

Bagaimana tidak? Irfan diharuskan istirahat total selama dua bulan sementara laga perdana Piala AFF kala itu tinggal hitungan hari. Alfred Riedl yang selalu mengandalkan striker kelahiran Belanda itu pun dibuat pusing.

Namun, hingga saat ini tidak ada kabar pasti yang menjelaskan penyebab cederanya Irfan. Apakah karena tekel keras dari Hansamu, atau bukan? Dokter Timnas Indonesia, Syarif Alwi, juga sudah mengeluarkan pernyataan yang mengindikasikan keraguan cedera Irfan disebabkan oleh tekel Hansamu.

“Irfan cedera fibula, dia butuh setidaknya dua bulan untuk sembuh. Kemungkinan akibat tekel atau salah tumpuan,” ujar Alwi, seperti dikutip Superball.

Cerita salah satu staf Timnas juga seakan tidak menjurus bahwa cedera Irfan disebabkan oleh tekel Hansamu. “Irfan duel dengan Hansamu terus terlibat tabrakan dan memang ada benturan tetapi sepertinya saat mendarat sepertinya Irfan terlihat salah tumpuan”.

Pernyataan tersebut semakin dikuatkan dengan sikap Irfan Bachdim yang tak ingin mengkambinghitamkan Hansamu. “Ini adalah sepakbola dan hal seperti ini bisa terjadi. Ini bukan kesalahan pemain lain atau siapapun,” tulisnya di akun Instagram.

"Jangan marah sama dia (Hansamu), ini sepakbola. Banyak orang yang marah sama dia, tapi jangan marah. Saya sudah bicara pada Hansamu, saya bilang banyak orang yang salah sangka dan jadi marah sama dia," kata Irfan di Hotel Aryaduta, Karawaci, seperti dikutip CNN Indonesia.  

Apa yang diucapkan Irfan menunjukan ketegaran dan kebesaran hatinya setelah dua kali gagal membela Timnas akibat cedera (kali pertama saat Piala AFF 2014). Di sisi lain, ia juga ingin menegaskan bahwa pilihan menjadi seorang pesepakbola tentu akan berhadapan dengan cedera yang kapan saja bisa datang.

Berikut ucapan mengharukan Irfan setelah resmi dicoret dari skuat Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2016:

“Ini bukan hanya sekedar tim untuk saya. Mereka bukan hanya sekedar teman, tetapi mereka sudah menjadi keluarga bagi saya. Saya bangga bisa menjadi bagian dari tim ini.

Saya akan mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk semuanya dan tetap sehat. Merupakan impian bagi saya bermain untuk timnas dan saya tidak akan menyerah dan akan segera fit untuk kembali lagi. Ini adalah sepakbola dan hal seperti ini bisa terjadi. Ini bukan kesalahan pemain lain atau siapapun.

Saya mendukung kalian semua dan berdoa yang terbaik. Guys berikanlah semua dan bermain dengan hati dan berjuang untuk Indonesia tercinta. Mimpi saya hancur, tapi kalian dapat mewujudkan mimpi saya. Berjuanglah dan bawa piala itu ke Indonesia!”

Sikap yang ditunjukkan Irfan Bachdim tersebut memang layak diacungi jempol dan bisa menjadi panutan banyak orang. Ia telah mengajarkan sedikit tentang bagaimana memaafkan dan berbesar hati meski berada dalam kondisi kurang menguntungkan.

Irfan memang kecewa, namun ia sadar yang bisa dilakukannya saat ini adalah mendoakan yang terbaik bagi Timnas.

1.3K