Wawancara Khusus

Syarif Alwi, Sosok Lain di Balik Kemenangan Timnas Indonesia atas Vietnam

Minggu, 4 Desember 2016 13:00 WIB
Editor: Joko Sedayu
 Copyright:
Awal Karier Sebagai Dokter Timnas

INDOSPORT: Bagaimana Anda mengawali karier sebagai dokter di bidang sepakbola?

Syarif Alwi: Saya sebenarnya mulai tahun 1982 sama Ronny Pattinasarany dan Soetjipto Soentoro, tangani Persiba Balikpapan dari divisi dua sampai masuk divisi utama. Setelahnya saya pindah ke balap sepeda, pencak silat, dan tinju.

INDOSPORT: Setelahnya kapan anda kembali menjadi dokter di sepakbola?

Syarif Alwi: Saya kembali masuk jadi dokter Timnas pada 2012 lalu. Waktu itu pelatihnya Nilmaizar dan memang masih ada dualisme, dari situ terus saya sampai saat ini di Timnas.

INDOSPORT: Anda pernah menangani tim pencak silat dan balap sepeda, ceritakan sedikit pengalaman dokter di kedua cabang olahraga tersebut.

Syarif Alwi: Setelah dari Persiba Balikpapan saya kemudian latih balap sepeda untuk Kalimantan Timur dan dapat emas PON. Saya juga terpilih jadi pembina sekaligus pelatih olahraga terbaik Kalimantan Timur tahun 1985.

INDOSPORT: Setelahnya?

Syarif Alwi: Setelahnya saya dipanggil ke Jakarta sebagai pelatih Timnas Indonesia cabang olahraga balap sepeda untuk SEA Games di Kuala Lumpur 1989, jadi pelatih road race.

INDOSPORT: Bagaimana dengan di cabang olahraga pencak silat?

Syarif Alwi: Setelah dari balap sepeda, saya kemudian dipanggil oleh pengurus Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia. Saya diminta untuk bantu di sana sebagai dokter.

1.8K