Hari HAM, Noda-noda Hitam Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Ranah Sepakbola

Sabtu, 10 Desember 2016 15:45 WIB
Editor: Arief Rahman Hakim
 Copyright:
Sejarah HAM

Sebelum berbicara mengenai masalah pelanggaran HAM di Indonesia dan dunia, penjabaran akan dimulai dari sejarah terbentuknya hari HAM dunia, yang mana hari HAM dideklarasikan dunia pada 10 Desember 1948.

Semua diawali mundur jauh ke Desember 1945, kala Presiden Amerika Serikat (AS) ke-33, Harry S. Truman menunjuk Eleanor Roosevelt (janda dari Franklin Roosevelt) sebagai delegasi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pada 1946 ia menjadi petinggi utama Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk HAM. Bersama dengan Rene Cassin, John Peters Humphrey, dan staf lainnya, ia mulai membuat draft untuk menetapkan hari HAM.

Menyikapi maraknya aksi rasisme yang tengah terjadi di AS dan juga pelanggaran HAM di dunia, penetapan Hari HAM itu dimaksudkan untuk memberi efek jera kepada para pelanggar HAM, terutamanya dengan adanya hukum perdata dan pidana.

Pidato di malam hari 28 September 1948, Eleanor berbicara dalam mendeklarasikan Magna Carta Internasional untuk seluruh manusia di bumi, pengesahan pun terjadi pada 10 Desember 1948.

Kala itu pengesahan dilakukan dengan pemungutan suara, di mana delapan negara absen, enam dari Blok Soviet (saat ini bernama Rusia), sementara dua lainnya seperti Afrika Selatan dan Arab Saudi. Hari HAM pun disahkan dan disaksikan seluruh negara yang diundang datang.
 


Eleanor Roosevelt

Dalam artikel 1 di Magna Carta Internasional yang dibacakan Eleanor mengenai Hari HAM, menegaskan bahwa seluruh manusia dilahirkan bebas dan berhak mendapat hak yang sama.

"Mengabaikan dan melanggar hak asasi manusia telah mengakibatkan perbuatan biadad, yanga mana itu menimbulkan kemarahan besar di hati nurani umat manusia."

"Dan munculnya sebuah dunia di mana manusia akan menikmati kebebasan berbicara dan keyakinan, dan kebebasan dari rasa takut, dan kekurangan telah dinyatakan sebagai aspirasi tertinggi rakyat biasa. Semua manusia dilahirkan bebas dan sama dalam martabat dan hak-hak."

Hari HAM pun lahir dan semua manusia di bumi harus sadar, bahwa sekecil apapun Anda menghambat, apalagi menghilangkan hak seseorang, maka Anda termasuk pelanggar HAM yang mencoreng Hari HAM dunia.

146