INDOSPORT.COM - Mantan pemain Liverpool, Mamadou Sakho, menceritakan pengalaman pahit dalam hidupnya yang harus menjadi kepala keluarga saat usianya baru menginjak usia 13 tahun.
Dalam laporan yang diwartakan laman News Pindula, pemain berkebangsaan Prancis ini menceritakan pengalaman pahitnya tersebut. Sakho menyebutkan bahwa sepak bola merupakan suatu keharusan baginya dalam menjalani hidup ini.
"Saya kehilangan ayah saat saya berusia 13 tahun. Saya harus menjadi seorang pria saat itu juga (meski masih belia). Bagiku, sepak bola bukanlah opsi, tapi sepak bola adalah sebuah keharusan," ujar Sakho.
Lebih lanjut ia menjelaskan kesulitan yang dihadapi saat menjadi kepala keluarga pada usia 13 tahun. Mamadou Sakho pun menyebut menjadi seorang kepala keluarga di usia 13 tahun lebih sulit ketimbang menjadi kapten Paris Saint-Germain (tim masa mudanya) di usia 17 tahun.
"Ada seseorang yang bertanya kepadaku apakah sulit menjadi kapten PSG saat usia 17 tahun. Tapi bagiku hal yang paling sulit adalah menjadi kepala keluarga di usia 13 tahun," kenangnya.
Bakatnya yang apik membuat Mamadou Sakho pun dipinang Liverpool pada 2013 silam. Namun karirnya saat ini tak begitu cemerlang sehingga kini dirinya hanya bermain di Crystal Palace sejak 2017 silam.