INDOSPORT.COM – Barcelona bagaikan hidup mati pun enggan jelang bentrokan melawan Atletico Madrid di ajang LaLiga Spanyol, Rabu (01/07/20) dini hari WIB. Selain konflik dengan sang pelatih, Quique Setien, nasib mereka kian jauh dari perburuan gelar juara musim ini.
Musim ini, Barcelona tengah mengalami cobaan berat. Diawali dengan pemecatan Ernesto Valverde pada Januari lalu, semua hal di internal klub tampaknya mulai tersulut api emosi.
Bagaimana tidak, usai pemecatan Valverde, para pemain terlibat konflik dengan manajemen klub. Puncaknya terjadi ketika direktur olahraga mereka, Eric Abidal, dan sang pentolan skuat, Lionel Messi, berselisih di muka umum.
Valverde sendiri sudah berhasil mengantarkan klub meraih gelar LaLiga Spanyol dua musim sebelumnya. Saat dipecat, mantan pelatih Athletic Bilbao itu pun masih membantu tim berada di puncak klasemen sementara LaLiga Spanyol musim 2019-2020.
Sepeninggal Valverde, Barcelona menargetkan mantan kapten mereka, Xavi Hernandez, jadi pelatih utama. Namun,, Xavi yang kini masih melatih klub sepak bola Qatar, Al Sadd, menolak tawaran karena waktunya kurang tepat.
Pada akhirnya, Quique Setien, yang baru saja kehilangan pekerjaannya di Real Betis, ditunjuk untuk menangani Lionel Messi dkk. Sayang sekali, Setien yang menyebut tugasnya di Barca bak ‘mimpi terliarnya’ malah berujung bencana.
Di bawah asuhan Setien, performa Barcelona justru memburuk. Lionel Messi dkk bahkan mencatat rekor tandang terburuk dalam sejarah, yakni dalam empat laga tandang terakhir hanya berbuah satu kemenangan dan sisanya imbang dua kali serta kalah sekali.
Setien pun kini terlibat perseteruan dengan pasukannya sendiri usai melawat ke markas Celta Vigo pada jawal pekan ke-32 LaLiga Spanyol 2019-2020 yang berakhir dengan skor imbang 2-2.
Para pemain Barca dilaporkan sempat bertengkar dengan Setien di ruang ganti usai laga tersebut dan diyakini hubungan tegang antara pelatih dan pemain itu belum membaik sampai saat ini.
Para pemain kecewa dengan metode kepelatihan Setien yang dianggap membosankan sehingga memengaruhi performa tim saat bertanding.
Terlebih, hasil imbang itu sendiri menyebabkan Blaugrana tertinggal dua poin dari Real Madrid yang kokoh di puncak klasemen LaLiga Spanyol. Jelas, ini sebuah peringatan keras bagi Barca untuk mempertahankan gelar juara.
Real Madrid sendiri memang belakangan dalam tren yang positif. Di bawah asuhan Zinedine Zidane, Los Blancos meraih lima kemenangan dari enam laga terakhir, termasuk saat menggilas Espanyol pada awal pekan ini.
Dari enam jadwal LaLiga tersisa musim ini, dua laga Barcelona berikutnya dianggap sebagai rintangan terbesar yang harus dihadapi. Salah satunya ketika mereka menjamu Atletico Madrid pada Rabu (01/07/20) dini hari WIB.
Atletico Madrid bukanlah lawan yang gampang. Mereka mengukuhkan tempat ketiga dengan 58 poin di klasemen LaLiga Spanyol musim ini, unggul empat angka dari Sevilla di bawahnya. Hal ini diperoleh usai menang empat kali secara beruntun dalam beberapa pekan terakhir.
Jika tidak berhati-hati, Barcelona bisa kembali terpeleset dan semakin jauh dari Real Madrid jika berkaca pada catatan Atletico Madrid saat ini.
Terlebih, lini tengah Atletico Madrid jika dibandingkan dengan Barcelona jauh lebih muda dan cepat. Mereka bakal diperkuat Joao Felix, Thomas Lemar, dan Angel Correa yang punya kecepatan yang bisa merepotkan lini belakang Barcelona melalui serangan balik.
Sementara, pada laga akhir pekan nanti, Barca akan melawat ke Villarreal yang sedang menikmati performa terbaik di LaLiga, dengan menepati posisi keenam dengan raihan 51 poin.
Jika Quique Setien tak sanggup megakhiri tren buruk Barcelona jelang berakhirnya musim 2019-2020, bukan tidak mungkin Barcelona harus menyatakan salam perpisahan pada gelar juara Liga Spanyol yang mereka raih di dua musim terakhir.