INDOSPORT.COM – Gelandang bertahan Timnas Italia, Marvo Verratti pernah mendapat ucapan dari Bjorn Kuipers, sang wasit yang bakal memimpin pertandingan final Euro 2020.
Ia pun membongkar luka lama yang pernah didapatkannya dengan tindakan buruk dari Kuipers yang pernah ditemuinya dalam pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions 2020-21 saat timnya, PSG bertemu dengan Man City.
Dalam pertandingan tersebut, Marco Verratti mengaku jika Kuipers pernah mengatainya F*C** You sebanyak dua kali saat ia melayangkan protes dalam pertandingan.
“Saya dan tim pernah dikatai wasit itu F*C** You sebanyak dua kali dalam pertandingan itu. Buat mereka itu biasa saja, tapi buat kami para pemain bisa dilarang bermain sampai 10 pertandingan,” keluh Verratti dilansir SportBible.
“Saya sudah sering melakukan protes kepada banyak wasit, tapi belum pernah ada yang seperti dia,” lanjutnya.
Tak hanya Verratti, dalam pertandingan itu juga rekan setim Verratti, yakni Ander Herrera mengaku pernah mendapatkan perlakuan yang sama.
Bjorn Kuipers, yang bakal memimpin final Euro 2020 antara Italia vs Inggris.Namun, ia tak mampu melakukan protes berlebihan dan karena tak mau mendapat sanksi berat.
Bahkan, pelatih PSG, Mauricio Pochettino pun sempat meminta Federasi Sepak Bola Eropa, UEFA untuk menyelidiki dan memeriksa Bjorn Kuipers untuk diminta klarifikasi.
Uniknya, UEFA malah menjadikan Kuipers salah satu pengadil lapangan yang terpilih di kompetisi Euro 2020, bahkan dipercaya menjadi pemimpin final.
Di Euro 2020, Kuipers pernah dua kali memimpin pertandingan di fase grup, lalu satu pertandingan di perempatfinal, dan kini di babak final.
Situasi ini jelas membuat Marco Verratti menjadi tidak nyaman dan pastinya ada rasa trauma sedikit yang menghantuinya jelang pertandingan final Euro 2020 antara Italia vs Inggris.
