In-depth

Tawuran di Jogja, Ini Sejarah Rivalitas Suporter Persis Solo dan PSIM Yogyakarta

Selasa, 26 Juli 2022 10:50 WIB
Editor: Deodatus Kresna Murti Bayu Aji
© Nofik Lukman Hakim/INDOSPORT
Ribuan Brajamusti saat menyanyikan lagu 'Aku Yakin dengan Kamu' bersama penggawa PSIM Yogyakarta di di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (03/08/19) sore Copyright: © Nofik Lukman Hakim/INDOSPORT
Ribuan Brajamusti saat menyanyikan lagu 'Aku Yakin dengan Kamu' bersama penggawa PSIM Yogyakarta di di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (03/08/19) sore
Rivalitas Dimulai Sejak Era Perserikatan

Berbicara Solo dan Jogja tentunya banyal hal yang bisa dikulik. Hubungan antara Solo dan Yogyakarta tak lepas dari letak geografis kedua kota ini.

Jarak antara Surakarta dan Yogyakarta melalui Jalan Raya Solo-Yogyakarta adalah sekitar 63 km. Klaten, menjadi penengah antara Solo dan Yogyakarta dari segi geografis.

Selain jarak yang dekat, Yogyakarta dan Surakarta kedekatannya tak bisa dilepaskan dari sejarah Kerajaan Mataram.

Perjanjian Giyanti pada tahun 1755 memecah Kerajaan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, yang akhirnya menjadi Jogja dan Solo.

Itulah sebabnya banyak kemiripan yang ditemui di Solo dan Yogyakarta karena pada dasarnya dua kota ini merupakan saudara dari satu orang tua, yaitu Kerajaan Mataram.

Hubungan antara Solo dan Yogyakarta terus berlanjut hingga kini dan merambah aspek olahraga seperti sepak bola. Solo punya tim bernama Persis dan Jogja bernama PSIM.

Pada era Perserikatan, Persis Solo dan PSIM Yogyakarta sudah berdiri. PSIM Yogyakarta sebelumnya bernama Perserikatan Sepak Raga Mataram (PSM) saat berdiri pada 5 September 1929.

Kemudian berubah menjadi Perserikatan Sepak Bola Indonesia Mataram (PSIM) pada 27 Juli 1930. Sedangkan Persis Solo awalnya bernama Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB) saat berdiri pada 8 November 1923.

Pada tahun 1928, VVB kemudian berubah nama menjadi Persatuan Sepak Bola Indonesia Solo (Persis) dan bertahan hingga saat ini.

PSIM dan Persis sendiri adalah dua dari 8 klub pendiri PSSI pada tahun 1930 dan sudah bersaing sejak kompetisi Perserikatan pertama kali dimulai pada tahun 1931.