In-depth

Qatar Belum Tentu Bawa Barokah ke Manchester United, Kisah 4 Klub Kaya Instan yang Kini Terlupakan

Rabu, 14 Juni 2023 19:39 WIB
Editor: Izzuddin Faruqi Adi Pratama
© Maja Hitij/GettyImages
Krzysztof Piatek, salah satu striker Hertha Berlin di era Lars Windhorst Copyright: © Maja Hitij/GettyImages
Krzysztof Piatek, salah satu striker Hertha Berlin di era Lars Windhorst
1. Hertha Berlin

Meski mereka adalah klub dari ibu kota, namun pamor serta prestasi Hertha Berlin di Liga Jerman masih belum bisa dibandingkan dengan Borussia Dortmund apalagi Bayern Munchen.

Harapan untuk bisa kembali memenangi titel mayor sejak 2002 kemudian sempat hadir ketika pengusaha kaya Lars Windhorst datang untuk mengakusisi klub di Juni 2019.

Hasilnya Hertha jadi lebih sering belanja dengan sembilan dari sepuluh rekor pembelian Die Alte Dame terpecahkan di era kepemilikannya. Memang tidak ada transfer ekstrim di atas 50 juta Euro namun untuk ukuran mereka jor-joran bukan sesuatu yang biasa.

Akan tetapi minimnya kualitas manajemen justru sudah terlihat ketika penunjukan Jurgen Klinsmann sebagai manajer di penghujung November 2019 hanya bertahan kurang dari tiga bulan. Penurunan demi penurunan pun dirasakan dalam tempo cepat.

Hertha yang sebelumnya rutin bersaing di papan tengah kemudian berurutan sejak 2019/2020 finis di peringkat 10, 14, 16, dan 18 Liga Jerman yang mana menbuat mereka harus bermain di kasta kedua di 2023/2024.

2. Queens Park Rangers

Liga Inggris tidak asing dengan kedatangan pengusaha luar negeri yang ingin menjajal peruntungan mereka dalam mengelola tim mereka. Salah satunya ketika konglomerat Malaysia, Tony Fernandes, membeli Queens Park Rangers (QPR) pada 2011 silam.

Saat diakusisi Fernandes, The Hoops, baru saja promosi ke kasta tertinggi dari Championship. Untuk bekal mengarungi 2011/2012 kemudian mereka menggaet bintang berpengalaman seperti Shaung Wright-Phillips, Joey Barton, Anton Ferdinand, Djibril Cisse, hingga Bobby Zamora.

Walau demikian mereka justru nyaris terdegradasi usai hanya finis di posisi 17. Fernandes pun menyuntikkan dana lagi demi membujuk Jose Bosingwa, Robert Green, Samba Diakite, Julio Cesar, Esteban Granero, Park Ji-sung, Loic Remy, sampai Christopher Samba dan Jermaine Jenas.

Hasilnya? Mereka kembali ke Championship pasca 2012/2013 berakhir. Setelahnya QPR menjadi tim yoyo dengan bolak-balik naik dan turun divisi namun setelah anjlok lagi di 2014/2015, hingga detik ini mereka belum kembali lagi ke Premier League.

Saat ini Fernandes masih tercatat sebagai pemilik QPR dan di 2022/2023 lalu mereka nyaris menyentuh titik terendah baru yakni hampir turun ke League One, divisi ketiga, pasca cuma bisa menduduki peringkat 20 dari 24 klub.