Nama Tristan Alif kembali muncul di permukaan beberapa waktu belakangan, setelah terakhir kali menjadi tajuk utama karena mendapat undangan unjuk kebolehan dari Ajax Amsterdam, tiga tahun silam.
Kali ini, Tristan membawa kisah kekecewaan setelah menapaki karier berbatu di Eropa. Sempat mengakui bahwa pernah diminati oleh Ajax dan Feyenoord di Belanda, Tristan juga kabarnya sempat direkrut oleh tim asal Spanyol, Leganes.
Akan tetapi, kisah ini menemui jalan buntu saat akan mencapai fase klimaksnya. Tristan menuai sejumlah kendala saat mencoba untuk mencatat sejarah personal yang juga memunculkan keharuman bagi bangsanya.

Tristan Alif sempat dilirik sejumlah klub asal Belanda dan Spanyol sebelum mengaku terkendala masalah administrasi.
Kendala administrasi perihal izin kerja dikeluhkan oleh pihak Tristan Alif selama berada di Eropa. Hal ini disampaikan oleh Ivan Trianto, bapak dari Tristan Alif.
"Kemarin (saat di Belanda pada 2013) jika pemerintah membantu kita, selesai sudah. Pemerintah hanya memberi pekerjaan ke saya, sisanya di urus oleh Ajax Amsterdam. Yang mereka minta hanya surat izin tinggal bapaknya," kata Ivan kepada INDOSPORT.
Selain itu, permasalahan teknis juga menjadi salah satu alasan kenapa negara lain, khususnya, menjadi incaran para pemain yang ingin berkembang. Pasalnya, Indonesia dianggap tidak mumpuni dalam metode pengembangan bakat para pemain usia dini.

PSSI ditantang untuk segera membenahi program pembinaan para pemain muda.
Setali tiga uang dengan urusan kebijakan, Indonesia sendiri masih memiliki prestasi minor di kancah internasional. Hal ini yang membuat sejumlah pesepakbola keturunan lebih memilih untuk tetap membela negara di tempat mereka berkembang.
Jika belajar dari pengalaman para pemain seperti Mesut Ozil, Miroslav Klose, ataupun Lukas Podolski, maka harusnya alarm pemerintah bisa cepat berbunyi. Hal ini bisa menjadi salah satu indikator dari pencaplokan pemain muda Indonesia oleh negara yang siap memfasilitasi kemampuan alami mereka.
Bagaimana pola pembinaan seharusnya dari para bakat muda Indonesia agar tetap bisa menuai harapan? Berikut hasil ulasan dari INDOSPORT;