In Depth Sports

Peran MH Thamrin dan Belajar dari Cermin Berlusconi dalam Politik Sepakbola

Selasa, 29 November 2016 09:09 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra
© INTERNET
Ilustrasi suporter Tim Nasional Indonesia. Copyright: © INTERNET
Ilustrasi suporter Tim Nasional Indonesia.

Belum lepas teriakan The Jakmania soal sikap mereka untuk tak dilibatkan dalam politik Pilkada, sejumlah Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta mencoba tetap mengambil hati mereka. Saat Persija Jakarta berulang tahun misalnya.

Sejumlah Cagub merasa berkepentingan untuk mengucapkan selamat. Meskipun dilatarbelakangi dengan dalih simpatik, namun sebagian kalangan menilai hal tersebut bagian dari pencitraan semata.

Selain DKI Jakarta, sejumlah daerah di wilayah Indonesia pun mengalami hal sama. Momentum Pilkada serentak pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang, menjadi musim semi bagi para politikus untuk mengambil hati komunitas penggila bola di wilayahnya.

Depok, Banda Aceh, dan Purwakarta misalnya. Sepakbola menjadi salah satu bagian yang sempat dan akan menjadi sasaran pencitraan.

Tapi, jangan salah. Jika melihat ke belakang, politik memang menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dalam sepakbola nasional.

Kita ingat betul bagaimana perlawanan Soeratin dan MH Thamrin kala mendirikan wadah sepakbola sebagai bagian dari perlawanan kaum pribumi. Kini, sudah saatnya menilai kembali bagaimana kelayakan irisan sepakbola dan politik untuk bisa berjalan bersamaan.

Berikut hasil rangkuman dari INDOSPORT.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%