In-depth

Resmi Dirilis, Mampukah Giancarlo Jadi Solusi Lini Depan PSM Makassar?

Rabu, 8 Januari 2020 16:25 WIB
Penulis: Tiyo Bayu Nugroho | Editor: Indra Citra Sena
© deiseleite.blogspot.com
Pemain asal Brasil Giancarlo Lopes Rodrigues baru resmi dikenalkan dan akankah dirinya mampu jadi solusi striker tajam PSM Makassar. Copyright: © deiseleite.blogspot.com
Pemain asal Brasil Giancarlo Lopes Rodrigues baru resmi dikenalkan dan akankah dirinya mampu jadi solusi striker tajam PSM Makassar.

INDOSPORT.COM - Penyerang asal Brasil, Giancarlo Lopes Rodrigues, baru resmi dikenalkan. Akankah dirinya mampu menjadi solusi lini depan PSM Makassar?

Giancarlo resmi diperkenalkan oleh Chief Executive Officer (CEO) Munafri Arifuddin di Makassar, Rabu (8/1/20). Dalam sesi tersebut diumumkan pula tujuh pemain lain, ada yang baru didatangkan dan dipulangkan dari masa pinjaman.

Pemain-pemain yang dimaksud adalah Osas Saha (naturalisasi), Miswar Saputra, Wasyiat Hasbullah, Ahmad Agung Setia Budi, Syaiful Syamsuddin, Leo Guntara, dan Zulkifli Syukur.

Delapan pemain tersebut bakal menjalani latihan dalam waktu dekat guna mempersiapkan diri melakoni pertandingan di babak play-off Piala AFC 2020.

Sebab, PSM Makassar bakal bersua wakil Timor Leste, Lalenok United FC, dalam format dua leg, (22 dan 29 Januari). Laga ini menjadi sangat penting bagi Pasukan Ramang.

Menurut data Transfermarkt, kalau PSM sudah mengamankan 26 pemain untuk musim 2020. Hal ini membuat kepala pelatih Bojan Hodjak harus memantapkan skema yang dipakai.

Meski demikian ternyata ada sisi lain yang bisa ditelisik bersama oleh para penggemar sepak bola nasional akan kedatangan Giancarlo.

Pasalnya PSM sejak pagelaran kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia bernama Liga 1, belum mampu mendapatkan striker tajam dalam semusim.

Gagal Tembus 10 Gol

© Ian Setiawan/INDOSPORT
Reinaldo Elias Da Costa harus dijaga ketat oleh tiga pemain bertahan MU. FOTO: Ian Setiawan/Indosport.com. Copyright: Ian Setiawan/INDOSPORTReinaldo Elias Da Costa harus dijaga ketat oleh tiga pemain bertahan MU. FOTO: Ian Setiawan/Indosport.com.

Pada awal Liga 1 2017, PSM Makssar mendatangkan striker kelahiran Brasil berpaspor Australia Reinaldo Elias da Costa. Dia sempat menjanjikan pada putaran pertama.

Total sembilan gol dari 13 laga sukses dibuat Reinaldo, tapi dirinya hengkang pada putaran kedua ke Persija Jakarta dan berujung cedera yang membuat kariernya mandek.

Kepergian Reinaldo coba ditutupi dengan mendatangkan striker asal Uzbekistan Pavel Purishkin, tapi dirinya hanya bisa membuat empat gol dari 13 laga saja.

Dua penyerang asing tersebut malah kalah dalam jumlah gol oleh winger macam Ferdinand Sinaga (12 gol dari 27 laga) dan gelandang Wiljan Pluim (12 gol dari 32 laga) pada edisi 2017.

Memasuki Liga 1 2018, PSM mendatangkan striker berkebangsaan Australia Bruce Djite yang tampil cukup oke bersama Suwon FC (Korea Selatan) pada 2016-17 dengan mengemas 11 gol dari 29 laga.

Akan tetapi, bermain di Indonesia malah membuat Bruce Djite melempem lantaran gagal menyumbang satu gol pun dari sembilan penampilannya kala itu.

Pada putaran kedua, PSM Makassar mendatangkan Alessandro Ferreira Leonardo atau biasa disebut Sandro. Pemain berpaspor Hong Kong kelahiran Brasil itu sempat diharapkan memupus kutukan lini depan PSM.

Pasalnya, Sandro memiliki catatan mentereng ketika membela klub Hong Kong Kitchee. Selama kurang lebih tiga musim, Sandro membuat 35 gol dari 46 laga.

Namun saat tampil di Indonesia bersama PSM, Sandro hanya bisa membuat empat gol dari 11 laga. Jumlah tersebut kembali kalah dari winger Ferdinand Sinaga dengan membukukan 10 gol dari 30 laga.

© INDOSPORT/Wira Wahyu Utama
Alessandro Ferrerira Leonardo mengikuti latihan perdana di stadion Andi Mattatalatta Mattoangin. Copyright: INDOSPORT/Wira Wahyu UtamaAlessandro Ferrerira Leonardo mengikuti latihan perdana di stadion Andi Mattatalatta Mattoangin.

Terakhir, pada musim 2019, PSM sempat mendatangkan striker asal Finlandia Eero Markkanen, tapi dia hanya mampu membuat satu gol saja di Liga 1 dari tujuh laga.

Meski Markkanen sempat mengemas empat gol di Kratingdaeng Piala Indonesia 2018/19 dan lima gol di Piala AFC 2019, namun tak menjadi pilihan utama eks pelatih Darije Kalezic.

Amido Balde pun didatangkan dari Persebaya ke PSM pada paruh kedua, tapi dirinya hanya bisa membuat enam gol saja dari 14 penampilannya di Indonesia.

Dua penyerang asing tersebut tetap kalah dari winger Ferdinand Sinaga yang mampu mengemas sembilan gol dari 29 penampilannya pada musim tersebut.

Bisa Jadi Solusi?

© Instagram/@g.carlo99
Striker asal Brasil Giancarlo Lopes Rodrigues. Copyright: Instagram/@g.carlo99Striker asal Brasil Giancarlo Lopes Rodrigues.

Sementara itu Giancarlo didatangkan dari klub asal Malaysia Petaling Jaya City dengan membuat tiga penampilan dan satu gol.

Lalu Giancarlo sempat dipinjamkan ke sesama klub asal Malaysia PKNP (di musim yang sama) dan membuat delapan gol dari 18 penampilan saja.

Meski sudah berpindah-pindah klub (total 15 tim), karier manis Giancarlo sempat terjadi ketika membela klub asal Brasil Ferroviaria edisi 2013 dengan membuat 19 gol dari 26 laga.

Sisanya, Giancarlo Lopes Rodrigues kerap gagal membuat gol atau tak mampu menembus lima digit gol. Hal ini bisa menjadi sinyal berbahaya bagi PSM usai merekrut Giancarlo.

Terlebih di masa lalu, PSM memiliki striker tajam asal Kamerun seperti Marc Orland Etogou yang mampu membuat 10 gol pada musim 2004 silam.

Kemudian, ada pemain depan kelahiran Paraguay Osvaldo Moreno yang sempat membuat 12 gol dari Liga Indonesia 2005 ketika membela PSM di edisi pertama.

Rekan senegara lainnya macam Aldo Baretto juga mampu mengemas 11 gol dalam semusim bersama PSM. Hal itu terjadi pada edisi 2007-08.

Terakhir, yang sulit dilupakan adalah Julio Lopez yang didatangkan pada musim 2008-09 oleh PSM. Bersama Juku Eja, Julio Lopez sukses mengemas 15 gol.

Artinya, Giancarlo Lopes Rodrigues harus menanggung beban yang sangat berat dengan menerima pinangan PSM Makassar. Pasalnya, dia bakal menjadi striker utama di Liga 1 2020.