Aksi Serena Banting Raket di AS Terbuka Dijadikan Kartun Terkenal

Selasa, 11 September 2018 14:36 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Yohanes Ishak
© Twitter Marc Knights
Aksi protes Serena Williams dijadikan kartun. Copyright: © Twitter Marc Knights
Aksi protes Serena Williams dijadikan kartun.

INDOSPORT.com – Aksi Serena William yang menuai tiga pelanggaran untuknya saat di final AS Terbuka memancing seorang kartunis ternama di Australia membuat karya terbaru yang menggambarkan sang petenis sebagai bayi yang sedang marah.

Williams diberi tiga kode pelanggaran pada final kekalahannya di AS Terbuka dari juara Naomi Osaka akhir pekan lalu, Minggu (09/09/18) dini hari.

Pelanggaran pertama ketika Williams kedapatan diberikan instruksi oleh pelatihnya, yang langsung dibantah oleh petenis asal Amerika Serikat itu, “Saya lebih pilih kalah daripada harus bertindak curang, saya tidak akan lakukan itu."

Pelanggaran kedua ketika Williams membanting raketnya sampai rusak yang membuatnya kehilangaan poin. Sedangkan pelanggaran diberikan lantaran mengatai hakim garis Carlos Ramos sebagai “pencuri”, yang membuatnya terkena denda.

Menanggapi aksi Serena Williams di pertandingan tersebut, seorang kartunis editorial Australia Herald Sun, Mark Knight, ikut-ikutan mencerca Williams dalam karya terbarunya yang dimuat di surat kabar pada hari Senin (10/09/18).

Williams ditampilkan dengan karakter yang aneh, termasuk hidung dan bibir yang membesar dan digambarkan melompat naik dengan ekspresi marah dan raket rusak yang tergeletak di tanah, seperti dilansir Business Insider.

Kartun itu juga menggambarkan rivalnya yang berusia 20 tahun dari Jepang, di belakang Williams, menghadap ke arah wasit yang mengatakan kepadanya, “Bisakah kau membiarkannya menang?”

Sontak, kartun tersebut memicu tanggapan kemarahan dari netizen di Twitter, dimana beberapa akun berkomentar mempertanyakan sosok Osaka yang menjadi wanita pirang putih. Akun lain juga balik menyerang si kartunis dengan menyebutnya tidak punya etika atas masalah yang terjadi.

Di final tersebut Williams sempat mempertanyakan perlakuan yang berbeda berdasarkan gender, dimana hukuman tidak diberikan ke petenis pria karena melakukan tindakan yang sama. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda penyelesaian dengan ketua WTA juga ikut mengecam keputusan wasit.

Williams atas aksinya yang dinilai tidak terpuji dikenai denda sebesar 17 ribu dolar AS atau Rp252 juta, yang dipotong dari uang hadiahnya sebesaar 1,85 juta dolar AS atau Rp27 miliar sebagai runner up.

IDS Emoticon Suka
Suka
50%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
25%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
25%