Kenakan Blangkon, Pebulu Tangkis Chinese Taipei Langsung Diserbu Netizen

Rabu, 13 November 2019 16:56 WIB
Penulis: Katarina Erlita Cadrasari | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© Ilustrasi INDOSPORT
Pebulu tangkis ganda putra Chinese Taipei, Yang Po Han menjadi sorotan publik setelah menunjukkan atribut khas Indonesia di media sosial pribadinya. Copyright: © Ilustrasi INDOSPORT
Pebulu tangkis ganda putra Chinese Taipei, Yang Po Han menjadi sorotan publik setelah menunjukkan atribut khas Indonesia di media sosial pribadinya.

INDOSPORT.COM - Pebulu tangkis ganda putra Chinese Taipei, Yang Po Han menjadi sorotan publik setelah menunjukkan atribut khas Indonesia di media sosial pribadinya.

Yang Po Han mengunggah foto dirinya saat menggunakan blangkon ke Instagram pada hari ini, Rabu (13/11/19).

Blangkon adalah tutup kepala yang dibuat dari kain batik. Aksesori tersebut biasanya digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

🇮🇩

A post shared by 楊博涵️️⭕️YangPoHan (@yang_po_han940313) on

Sontak postingan Yang Po Han tersebut langsung diserbu oleh netizen Indonesia.

@diyanfuna_160395: "Do you like make its a "blangkon" bos @yang_po_han940313"

@polydentist: "Its name is blangkong,, from java Indonesia"

@reeo_koerniawan: "Blangkon made Indonesia"

@fie_troet_un: "Tjakep Mas @yang_po_han940313"

@apriliabagasr: "Gangtengnya abaaaaang"

Tak berkata panjang lebar, Yang Po Han hanya membubuhkan emoji bendera Indonesia dalam caption di postingannya. Mungkin saja itu pertanda bahwa Po Han siap menghadapi lawannya di babak pertama Hong Kong Open 2019 hari ini yang berasal dari Indonesia.

Seperti yang telah diketahui, Lu Ching Yao/Yang Po-Han hari ini akan berhadapan dengan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di Hong Kong Open 2019.

IDS Emoticon Suka
Suka
25%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
25%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
50%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%