Pakar Sebut Kematian Ashraf Sinclair Bukan karena Terapi Emsculpt

Selasa, 18 Februari 2020 17:35 WIB
Editor: Nugrahenny Putri Untari
© Instagram/Ashraf Sinclair
Pakar buka suara soal terapi emsculpt yang sempat dilakukan Ashraf Sinclair sebelum meninggal dunia. Copyright: © Instagram/Ashraf Sinclair
Pakar buka suara soal terapi emsculpt yang sempat dilakukan Ashraf Sinclair sebelum meninggal dunia.

INDOSPORT.COM – Suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair, meninggal dunia di usia masih terbilang cukup muda, kabarnya akibat serangan jantung, Selasa (18/02/20).

Sebelum meninggal dunia, mendiang Ashraf baru saja melakukan terapi emsculpt di sebuah klinik. Ia pun membagikan video tersebut di laman instagram pribadinya.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Raspati, mengungkapkan bahwa meninggalnya Ashraf Sinclair bukan karena metode emsculpt. Itu pun tidak berhubungan langsung dengan penyakit jantung yang menjadi penyebab kematian ayah satu anak tersebut.

“Kalau kita lihat dalam kasus kematian Ashraf yang dikait-kaitkan dengan Electric Muscle Stimulation (EMS), itu bukan dari EMS,

"Karena EMS yang berlebihan pun tak ada hubungannya secara langsung dengan gangguan jantung yang menyebabkan kematian almarhum," ujar dr. Andhika Raspati.

Dokter KONI DKI Jaya itu menjelaskan bahwa metode emsculpt adalah produk yang menggunakan stimulasi otot menggunakan listrik atau Electric Muscle Stimulation (EMS).

“Sesuai namanya, EMS adalah metode di mana otot diberi rangsangan listrik dari luar sehingga bisa berkontraksi. Nah ini bedanya dengan gerakan biasa, EMS menggunakan listrik dari luar," jelasnya.

Dokter Andhika Raspati juga menjelaskan bahayanya metode EMS jika dilakukan dengan dosis yang cukup besar. Jika rangsangan listrik yang diberikan ke otot terlalu banyak, akan menyebabkan kerusakan jaringan atau sel otot.

Ia juga berpendapat tentang EMS yang dilakukan mendiang Ashraf Sinclair, termasuk klaim 20.000 sit-up dalam 30 menit yang disebut dalam video.

Meski demikian saya tidak tahu protokol yang digunakannya seperti apa untuk bisa dikatakan 20.000 sit-up dalam 30 menit, kalau kita bicara EMS kan ada settingan frekuensi dan intensitasnya," katanya lagi.

Selain itu, meski saat ini banyak klinik yang menawarkan layanan EMS, dr Andhika sangat tidak menyarankan metode tersebut dilakukan tanpa latihan fisik lain.

Penulis: Tesa Yohana

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
25%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
75%