Olahraga Efektif di Rumah? Ini Tips Fisioterapis Cantik Timnas

Minggu, 14 Juni 2020 03:11 WIB
Penulis: Prabowo | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Fisioterapis Timnas Indonesia Putri, Lulu Indah Prawira, memberikan tips olahraga efektif di rumah. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Fisioterapis Timnas Indonesia Putri, Lulu Indah Prawira, memberikan tips olahraga efektif di rumah.

INDOSPORT.COM - Pandemi Covid-19 yang menyebar di wilayah Indonesia membatasi aktivitas masyarakat di luar ruangan. Banyak pekerja menjalani kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Belum lagi, masih banyak daerah yang menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga sejumlah ruang publik sementara ditutup, termasuk tempat untuk berolahraga seperti stadion dan GOR,

Meski demikian, aktivitas olahraga tetap bisa dilakukan meski hanya di dalam atau sekitar tempat tinggal. Fisioterapis cantik Timnas Putri Indonesia di SEA Games 2019, Lulu Indah Prawira membagikan tips mengenai itu.

"Untuk olahraga di rumah tanpa pengawasan, lebih baik dengan intensitas sedang saja, jangan tinggi. Durasinya sekitar 30 menit saja cukup, tidak perlu lama-lama," ungkap Lulu kepada INDOSPORT.

Dia memaparkan, olahraga intensitas sedang bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Mulai Squat, Plank, Push-up, Sit-up untuk melatih otot inti (core). Sedangkan untuk meningkatkan cardio, bisa berolahraga dengan skipping (lompat tali).

"Bisa juga jogging dengan berkeliling rumah beberapa putaran untuk menungkatkan cardio. Banyak yang bisa dilakukan, meski dengan kondisi ruangan yang terbatas," papar perempuan berusia 23 tahun tersebut.

Namun, yang bekerja di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Ragunan, Jakarta Selatan menekankan pentingnya pemanasan. Dia menegaskan, pemanasan bagian penting sebelum berolahraga untuk menghindari cedera.

"Kalau langsung latihan dan otot belum siap, bisa terjadi cedera. Banyak memang orang biasa termasuk atlet yang menyepelekan pemanasan," ujar dia.

"Pemanasan itu juga harus maksimal, tiap gerakan benar-benar terukur mulai kepala, tangan, pinggang, hingga kaki. Kalau tidak dilakukan bisa kena kram sampai cedera," pungkas lulusan Poltekkes Jakarta 3 tersebut.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%