Kematian Maradona Bikin Biduan Cantik Italia Ini Sebal, Kenapa?

Selasa, 1 Desember 2020 14:45 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor:
© Instagram/@Laurapausini
Laura Pausini. Copyright: © Instagram/@Laurapausini
Laura Pausini.

INDOSPORT.COM – Kematian legenda Argentina Diego Maradona memang membawa duka bagi sepak bola di seluruh dunia. Namun, penyanyi cantik asal Italia, Laura Pausini, justru tidak menyukainya.

Diego Maradona meninggal dunia pada hari Rabu (25/11/20) kemarin karena seranngan jantung. Padahal pekan sebelumnya, dia baru saja berhasil menjalani operasi untuk mengangkat darah membeku di dalam otaknya.

Kabar ini tentunya menjadi salah satu berita terbesar di seluruh dunia. Hampir semua media, terutama di Italia, menyoroti berita kematian dan juga mengenang kembali prestasi mantan bintang Napoli dan Barcelona ini.

Namun, pemberitaan besar-besaran soal Maradona ini juga mengundang kritik dari kalangan tertentu. Salah satunya, seorang biduan asal Italia, Laura Pausini, yang tengah vokal mengangkat kasus pelecehan kaum wanita.

Laura Pausini baru-baru ini membagikan postingan untuk mengkritisi hal tersebut, sebelum akhirnya dihapus oleh yang bersangkutan lantaran kecaman netizen yang dia terima.

Dalam postingan tersebut, seperti dilansir dari Marca, Laura Pausini melabeli Maradona sebagai “orang yang tidak begitu berarti” sehingga pemberitaan terkait dirinya terkesan berlebihan.

“Di Italia, kematian seorang pria yang tidak diragukan lagi keterampilannya dalam sepak bola, tetapi orang itu tidak terlalu berarti karena ribuan hal (buruk) yang dilakukan, adalah berita yang berlebihan daripada hilangnya banyak wanita yang dianiaya dan dilecehkan,” tulis Pausini.

“wanita-wanita ini tidak dimasukkan dalam berita utama di negara ini (Italia), meskipun kami kalah dua kali lagi pagi ini, Saya benar-benar tidak tahu harus bagaimana,” lanjutnya.

Postingan tersebut langsung memicu kontroversi di media sosial, di mana dia mendapatkan balasan komentar berupa dukungan dan kecaman.

Alhasil, Pausini memilih menghapus postingan itu dan menggantikannya dengan pesan bijak di media sosial untuk menyoroti betapa pentingnya kesadaran bagi perempuan di seluruh dunia yang menjadi korban kekerasan.

Kritisi Pausini sendiri sejatinya cukup beralasan. Pasalnya, Maradona semasa hidupnya juga dikenal memiliki kehidupan gelap terlepas dari prestasinya yang mentereng sebagai pesepak bola.

Maradona pernah memiliki masalah utama dengan narkoba dan minuman keras sepanjang kariernya. Dia menjadi kecanduan kokain saat bermain untuk Barcelona pada 1983. Semuanya terkuak saat dia diuji positif kokain pada Maret 1991.

Selain itu, pria berusia 60 tahun itu pernah menjadi orang yang paling dibenci di Italia. Dia pernah tertangkat basah memesan narkoba saat masih bermain untuk Napoli, yang berjung hukuman percobaan penjara selama dua tahun.

Beberapa minggu kemudian, dia gagal dalam tes narkoba setelah pertandingan Napoli di Bari. Maradona dihukum larangan bermain selama 15 bulan di seluruh dunia.

Itu adalah akhir dari petualangan hebat Maradona di Italia. Dia mencoba untuk memperpanjang kariernya bersama Sevilla dan Newell’s Old Boys.  Kariernya berakhir secara efektif ketika dia dikeluarkan dari Piala Dunia 1994 setelah dinyatakan positif efedrin.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%